Luster atau kilauan disebabkan oleh pemantulan sinar pada permukaan batu permata yang halus dan licin. Kilauan pada sebuah diamond menunjukkan luster yang tinggi bila dibandingkan dengan luster yang rendah pada batu turquoise / pirus yang kasar pada permukaannya.
Pada beberapa spesies batu permata pantulan sinar dapat menimbulkan efek khusus. Efek khusus ini disebut Phenomena. Batu permata yang memiliki phenomena memiliki inklusi atau struktur bagian dalam batu. Sebagian orang menyebut inklusi ini sebagai serat batu. Di bawah ini beberapa contoh gemstone phenomena atau phenomena batu permata :
1. ASTERISM (STAR)
2. CHATOYANCY (CAT'S EYE)
3. ADULARESCENE
4. AVENTURESCENE
5. LABRADORESCENE
6. PLAY OF COLOR
7. ORIENT
8. IRIDESCENE
9. COLOR CHANGE (ALEXANDRITE EFFECT)
Bentuk dan cutting style/ pola asahan batu permata merupakan unsur penting dalam memunculkan keindahan batu permata. Pola asahan yang cocok dengan karakter batu permata asal, akan memaksimalkan potensi keindahan dari sebuah batu. Sebuah bongkahan chrysoberyl cat's eye tidak akan terlihat phenomena mata kucingnya jika pola asahannya menggunakan pola round brillian cut. Akan tetapi bila pola asahan ini diterapkan pada sebuah bongkahan permata sphene maka batu permata sphene yang dihasilkan akan memancarkan warna pelangi yang kuat dan kilauannya akan menyilaukan mata.
Seorang pengasah batu permata yang handal akan meneliti terlebih dulu batu permata asal yang akan diasahnya. Bentuk materi asal, posisi noda di dalam batu, retak pada batu atau cacat-cacat lain pada batu menjadi sebuah pertimbangan penting sebelum seorang pengasah memutuskan cara memotong dan bentuk akhir batu yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar